Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apa itu CBD?

CBD (Cannabidiol) adalah senyawa alami yang ditemukan dalam tanaman hemp (ganja industri). Tidak seperti THC, CBD tidak menyebabkan efek “high” atau mabuk, dan telah diteliti karena manfaatnya dalam membantu mengurangi peradangan, nyeri, kecemasan, dan masalah pencernaan.


2. Apakah CBD aman untuk penderita maag atau GERD?

Ya, CBD yang berkualitas dan bebas THC aman dikonsumsi penderita maag dan GERD dalam dosis yang tepat. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa CBD dapat membantu mengurangi peradangan lambung, memperbaiki keseimbangan asam, dan menenangkan sistem pencernaan.


3. Apakah produk CBDMaag legal di Indonesia?

Produk kami mengandung 0% THC dan berasal dari ekstrak hemp legal, sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia. Semua produk telah melewati uji laboratorium dan memiliki sertifikat yang valid.


4. Apakah saya harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan CBD?

Sebaiknya iya, terutama jika Anda sedang dalam pengobatan tertentu. Meskipun CBD aman secara umum, berkonsultasi dengan tenaga medis akan membantu memastikan interaksi yang aman dengan obat lain yang sedang Anda konsumsi.


5. Berapa lama efek CBD mulai terasa?

Waktu kerja CBD tergantung cara konsumsi:

  • Tetes sublingual (di bawah lidah): 15–45 menit
  • Kapsul / minuman: 1–2 jam
    Efek bisa bertahan 4–8 jam tergantung dosis dan kondisi tubuh.

6. Apakah CBD menyebabkan ketergantungan?

Tidak. CBD tidak bersifat adiktif dan tidak menimbulkan ketergantungan fisik seperti halnya obat-obatan tertentu. Justru banyak orang menggunakan CBD sebagai alternatif yang lebih aman untuk manajemen stres, nyeri, dan gangguan pencernaan.


7. Bagaimana cara konsumsi produk CBDMaag?

Produk kami tersedia dalam bentuk oil drops (tetes) yang dikonsumsi langsung di bawah lidah. Dosis awal disarankan rendah, kemudian ditingkatkan bertahap sesuai respons tubuh. Petunjuk lengkap tersedia di setiap kemasan dan kami juga siap membimbing Anda.


8. Apakah ada efek samping?

CBD umumnya ditoleransi dengan baik. Namun, beberapa orang mungkin mengalami kantuk ringan, mulut kering, atau perubahan pola makan. Efek samping ini biasanya ringan dan bersifat sementara.